Istilah “Superman” didalam dunia IT

Jika anda bekerja di dunia IT pasti pernah mendengar istilah “Superman”. Yang pasti jika dalam dunia IT yang dimaksud superman itu bukanlah sosok superhero yang menolong banyak orang, justru jauh dari itu. Superman bisa diartikan dengan seseorang yang melakukan semua hal mulai dari menggarap design, melakukan sistem analisis, membuat program sampai eksekusi UAT ke klien untuk uji coba sistem yang sedang dibuat.

Sudah kebayang kontribusi orang tersebut didalam perusahaan kan, job description yang seharusnya dikerjakan oleh beberapa orang bisa dilakukan oleh dia (baca Superman).

Apakah kita perlu menjadi seorang superman?
Coba lihat berbagai macam lowongan pekerjaan yang dicantumkan untuk fresh graduate kebanyakan dari info lowongan tersebut mencantumkan skill yang wajib di kuasai, dan rata-rata mencantumkan skill yang berbeda dan banyak kedalam 1 orang (bisa dibilang mereka sedang mencari Superman). Berbeda jika mereka mencari calon pegawai yang sudah punya skill khusus, mereka (Perusahaan) biasanya mencantumkan orang dengan skill khusus ini lebih sedikit, tapi lowongan jenis ini lebih sedikit dan pasti bukan untuk anda yang masih fresh graduate. Untuk itu menurut saya sebagai fresh graduate kita perlu merasakan menjadi seorang superman sebagai media eksplorasi diri anda dan media mencari pengalaman.

Keuntungan jika anda pernah menjadi Superman
Beberapa keuntungan yang bisa anda dapat setelah manjadi seorang Superman adalah anda akan tahu berbagai macam ilmu baru (walaupun secara terpaksa) seperti ilmu mengenai design web atau aplikasi, bagaimana mendesain sistem yang efektif, bagaimana membuat program dengan baik atau bagaimana berkomunikasi dengan end user dalam tahap UAT. Dan masih banyak keuntungan lainnya yang kalian bisa dapat walaupun menurut saya keuntungannya tidak terlihat tapi sangat berguna untuk anda.

Kekurangan seorang Superman
Ada juga kekurangannya dari seorang Superman beberapa contohnya adalah misalkan anda telah menjadi seorang Superman dalam jangka waktu yang cukup lama pasti anda akan menjadikan diri anda sebagai standar perbandingan, yang jika anda harus merekrut anggota tim baru maka anda akan menggunakan standar tersebut sebagai acuan. Kemudian belum lagi masalah komunikasi yang anda temukan dengan calon anggota tim. Dan mengurangi ego anda untuk dapat mendelegasikan sedikit tugas anda ke anggota tim yang lain. Sejauh ini saya hanya menemukan kekurangan dari sisi komunikasi dengan orang lain.

Itulah gambaran mengenai istilah “Superman” dalam dunia IT, memang agak males ketika anda diharuskan mengejakan semua hal sendiri, tapi sisi positif yang bisa diambil adalah anda akan punya skill lumayan banyak setelah menjalaninya dengan catatan anda juga harus memperbaiki cara anda berkomunikasi atau bersosialisasi dengan anggota tim.