Kapan kita harus menggunakan plugin / cms / framework?

jquery_logo

Plugin/CMS/Framework yang saya maksud di sini seperti menggunakan Jquery Datatables untuk membuat tabel, Twitter Bootsrap untuk membuat web responsive atau bahkan menggunakan framework apa untuk membangun sebuah website. 

Ada beberapa pertimbangan yang biasanya saya terapkan sebelum menggunakan “alat bantu” di atas, atau justru saya membuatnya sendiri.

  1.  Permintaan client/Project Manajer, kalau ini sudah jelas sepertinya, misal ada project website yang di minta oleh client/PM menggunakan framework/CMS tertentu, jadi ya dituruti saja maunya client.. 🙂 Meskipun kalau saya biasanya gak langsung manut mengikuti permintaan (bandel), karena saya biasanya mempelajari dulu seberapa hal (no-2 dan seterusnya).
  2. Skill dan Timeline, sebenarnya ini pertimbangan yang cukup sulit, karena sebagian dari kita gak sadar sejauh mana kemampuan kita. Sebagai contoh, ada case untuk membuat “Slider Image” dengan waktu 2 hari, dengan skill javascript yang pas-pasan, kita ngotot untuk membuat sendiri slidernya dengan JS, alhasil waktu 2 hari gak cukup untuk membuat slider. Sebagai contoh saya lampirkan timeline beberapa project yang hanya punya timeline beberapa hari saja.
    timeline
  3. Efektifitas, misalkan kita memutuskan untuk menggunakan Twitter Bootstrap untuk 1 project dengan 3 halaman web statis yang isinya cuma text dan gambar namun harus responsive. Menurut saya ini kurang efektif, karena kita bisa menggunakan sedikit css media query untuk membuat halaman responsive ketimbang harus menggunakan bootstrap. Alasan efektifitas juga menjadi alasan kenapa belajarngoding.com menggunakan WordPress.
  4. Keterbatasan, setiap CMS/Plugin memiliki keterbatasan tertentu sehingga,  misal, ketika mendapatkan sebuah project ecommerce, maka kita tidak bisa serta-merta menggunakan CMS tertentu, karena kita juga harus mempertimbangkan sejauh mana fitur-fitur yang akan di buat nanti, jangan sampai, ketika memutuskan untuk menggunakan CMS A/B/C, ternyata ada fitur yang tidak bisa diterapkan.

Satu hal yang harus kita sama-sama sepakati adalah, plugin/cms/framework  atau apapun istilahnya hanyalah alat bantu yang bertujuan untuk mempermudah proses pembuatan website, jadi jangan sampai justru muncul pertanyaan, “ini plugin cara pake-nya gimana?” 😀