Mode Belajar VS Mode Produktif

Jika kita perhatikan terdapat perbedaan besar ketika kita bereksplorasi dengan programming yaitu mode belajar dan mode produktif. Mode belajar adalah dimana kita bereksplorasi tentang programming tapi dengan tujuan untuk menambahkan ilmu kita tentang programming tersebut, sedangkan mode produktif adalah dimana kita bereksplorasi tentang programming tapi dengan tujuan efektifitas dalam pekerjaan kita agar lebih efektif dan efisien. Berikut saya buatkan perbandingan keduanya dalam beberapa hal.

Kegunaan

Jika dalam mode belajar hal ini merupakan alasan ke sekian diantara alasan yang lebih asik lainnya, sedangkan dalam mode produktif sudah jelas harus berguna buat pekerjaan kita. Tapi terkadang pada mode belajar kita juga memiliki tujuan akhir bahwa yang kita pelajari harus berguna dan bisa diimplementasikan dalam mode produktif.

Pemilihan text editor

Pemilihan text editor didalam 2 mode ini juga bisa berbeda, jika dalam mode produktif pasti kita menggunakan text editor yang sederhana, ringan namun bisa ditambahkan plugins yang bisa membuatnya semakin efisien. Sedangkan dalam mode belajar biasanya kita menggunakan text editor yang canggih dan memiliki fitur penuh karena berbagai alasan. Tapi pada akhirnya kita akan tetap menggunakan editor yang sederhana, ringan dan powerfull.

Proses Instalasi

Pada mode produktif jika kita memilih sesuatu yang harusnya memiliki proses instalasi yang mudah agar tetap menjaga efektifitas dan efesiensinya, namun tidak menutup kemungkinan bawah proses instalasi akan lebih rumit tetapi karena proses instalasinya hanya dilakukan satu kali yaitu pada saat awal saja. Sedangkan pada mode belajar biasanya kita akan menikmati kerumitan dari proses instalasi yang harus kita lewati.

DRY (Don’t Repeat Yourself)

Bagian ini sangatlah penting didalam mode produktif, karena daripada kita harus mengulang apa yang harus kita tulis setiap harinya lebih baik menggunakan sesuatu atau programming yang sudah bisa menerapkan konsep DRY ini, coba bayangkan jika anda diharuskan membuat sebuah module dengan spesifikasi yang sama tiap harinya anda akan jenuh dan monoton. Hal yang bisa dilakukan adalah dengan membuat sebuah library generator yang bisa membantu kita dalam membuat module dengan hanya mengetikan beberapa baris perintah saja. Jika dalam mode belajar kita sepertinya akan menaruh konsep DRY ini pada alasan nomor kesekian, karena pada dasarnya mode belajar adalah memahami bagaimana cara kerjanya dari dasar sampai mahir.

Pemilihan Bahasa Program

Pada pemilihan bahasa program biasanya jika mode produktif sudah jelas alurnya yaitu yang mudah diterapkan untuk kebutuhan sehari hari. Biasanya yang trend itu menggunakan PHP dan MySQL. Jika dalam mode belajar pemilihan bahasa program bisa lebih bervariasi, biasanya juga akan muncul nama seperti Ruby, Python, NodeJS, AngularJS dan banyak lainnya.

Jika ada yang pernah bertemu dengan pengalaman menarik seputar mode belajar vs mode produktif boleh di sharing pada komentar dibawah ini.