Apa itu Github, Fungsi dan penggunaannya

Apa Itu Github, Fungsi dan Cara Penggunaannya

Github – Ketika saya mencari source code untuk membuat custom navbar, saya sering mengunjungi stackoverflow, bootsnip, csstrick dan website lain yang sekiranya memiliki source yang saya butuhkan. Nah, ketika saya masuk ke stackoverflow, disitu saya banyak menemukan potongan – potongan source code. Tapi biasanya ada juga member stackoverflow yang menganjurkan Anda untuk menuju Github dengan maksud mendownload source code utuhnya. Awalnya, source code yang saya butuhkan sudah muncul di stackoverflow dan tinggal copy paste di editor, tapi lama – lama tulisan “Github” ini bikin penasaran juga. Ketika saya klik menuju kesana, wah ngga ngerti apa – apa.

Bagi Anda yang tidak mengerti apa itu Github dan bagaimana cara penggunaannya, pasti akan terasa asing sekali seperti saya di awal – awal menjadi programmer. Banyak yang mengatakan bahwa Github adalah media sosial bagi para programmer, tapi media sosial seperti apa sih Github ini? apa seperti Facebook? apa seperti Twitter yang bisa mention – mention? atau bahkan seperti Instagram yang bisa upload gambar dan video?

Banyak juga yang mengatakan bahwa Github merupakan tools untuk merevisi code, mengatur versi dan membenarkan bug yang ada pada source code Anda.

Tentu saja hal – hal itu bagi Anda merupakan hal yang bias, susah dipahami tanpa ada penjelasan berupa contoh real untuk mempermudah pemahaman Anda.

Jangan kuatir, saya akan jelaskan apa itu Github, apa fungsi Github, dan bagaimana cara menggunakan Github.

Disini, Anda tidak dianjurkan untuk mempersiapkan banyak tools kok, cukup hubungkan gadget laptop atau smartphone Anda ke wifi supaya bisa mengakses Github dan pastinya tetap baca postingan saya ini.

Apa itu Github ?

Github adalah aplikasi berbasis website yang memberikan layanan berupa penyimpanan repository secara gratis. Apa itu repository? repository adalah tempat dimana Anda dapat menyimpan file – file berupa source code. Kalau masih susah membayangkan, coba Anda ingat – ingat, pernah membuat folder di Google Drive lalu Anda isi dengan file – file kerjaan atau mungkin software ? Nah, repository pada Github itu semacam Anda menyimpan file – file di Google Drive tadi.
Github juga merupakan Version Control System (VCS) yang paling populer. Perusahaan – perusahaan besar seperti Facebook, Twitter dan Google saja menggunakan Github untuk kolaborasi dengan ratusan programmernya dalam pengembangan pada aplikasi mereka.

Jadi jangan kaget kalau Anda selalu dihubungkan ke Github ketika mencari referensi source code di Google, karena kembali lagi, Github adalah media sosial dan Version Control System paling populer di kalangan programmer.

Apa Fungsi Github?

Github berfungsi untuk menyimpan repository yang tadi sudah saya jelaskan diatas dan juga sebagai alat kolaborasi dalam pengerjaan suatu project. Begini agar lebih jelas. Anda mendapat project berupa pembuatan website company profile seperti www.rentalmultimedia.net. Untuk mengerjakan project itu, Anda mengajak 1 teman untuk mengerjakan bagian backend-nya (PHP, MySQL dsb). Agar pengerjaan dapat selesai dengan mudah, Anda memutuskan untuk menggunakan Github. Jadi meskipun tidak mengerjakan di tempat yang sama atau bertemu secara langsung, project Anda tetap dapat selesai dan dapat dikerjakan oleh Anda berdua. Itulah yang dimaksud sebagai alat kolaborasi.

Selain itu, kita bisa melakukan beberapa hal ini di Github :

  1. Kita bisa memfollow programmer lain, jadi apa yang dilakukan oleh programmer yang Anda follow bisa Anda ketahui.
  2. Star, fungsinya sama dengan Bookmark
  3. Watch, mengawasi repository tertentu. Sehingga ketika ada perubahan, maka Anda akan mendapat notifikasi
  4. Fork, ini mirip copy paste kok. Ketika Anda menemukan source code programmer lain, Anda bisa melakukan fork sehingga keesokan harinya tidak perlu lagi susah – susah mencari source code tersebut. Cukup buka di repository Anda saja.
Oiya, Github juga bisa sebagai sarana untuk mendapat pekerjaan lho. Ada banyak programmer yang mengajak programmer lain sesama pengguna Github untuk bekerjasama dalam pengerjaan suatu project. Hal ini bisa terjadi karena Github memiliki laman profil yang berisi data pribadi Anda seperti foto, email, jumlah repository yang dimiliki dan jumlah follower. Makin banyak follower biasanya orang tersebut jago coding dan banyak memberikan manfaat bagi programmer lain dan itu juga yang merupakan salah satu pertimbangan seseorang ketika hendak merekrut programmer lain untuk mengerjakan suatu project.

Bagaimana Cara Menggunakan Github?

Nah di bagian ini tentu harus ada praktek langsung yang perlu Anda coba untuk mempermudah memahami. Karena selain beberapa hal yang sudah saya jelaskan di bagian Apa Fungsi Github, ada hal lain yang masih saya simpan terkait cara penggunaannya yang lebih luas.

Anda jangan kuatir, saya sudah mempersiapkan kok. Silahkan baca postingan saya Web Development From Zero to Hero – Meet 1. Anda baca dibagian Version Control System ya.

Oke sekian materi Pengenalan Github, Fungsi dan Cara Menggunakannya yang bisa saya bagikan pada Anda semua. Bila ada yang perlu di tanyakan, Anda bisa beri komentar dibawah postingan ini. Saya akan berusaha menjawab kok, tenang saja. Sampai bertemu di postingan selanjutnya.

Leave a Comment