Dasar dasar bahasa C++ #4 OVERLOADING FUNCTION

Pengertian Overloading Function

Overloading function adalah beberapa fungsi dapat memiliki argument berbeda tetapi namanya sama.

Contoh program :

# include <iostream.h>
Void tulis (char c)
{
Cout << “karakter : “ << c << endl ;
}
Void tulis (long x)
{
Cout << “bilangan bulat =” << x << endl ;
}
Void main ( )
{
Tulis ( ‘A’ ) ;
Tulis (1805) ;
}

Keterangan :

  • walaupun 2 fungsi diatas mempunyai nama yang sama, tetapi compiler
    tahu fungsi manakah yang harus dipanggil.

C++ hanya dapat mengkompilasi overloading function jika argument fungsinya berbeda. Bila argument fungsinya sama tetapi tipe nilai kembaliannya berbeda, compiler akan melaporkan adanya kesalahan.

Contoh :

Fungsi : double coba (int) ; dengan Fungsi : int coba (int) ; 

 

DEFAULT ARGUMEN

Contoh :

Void func ( int x = 0, int y = 0 ) ; 

 

Maksudnya adalah :

Contoh fungsi diatas dapat dipanggil dengan 3 (tiga) cara berbeda :
1. func ( ) // nilai x dan y otomatis 0
2. func ( 7 ) // nilai x = 7 dan y = 0
3. func ( 7, 33 ) // nilai x = 7 dan y = 33

Contoh deklarasi fungsi diatas akan terjadi kesalahan, jika variable x diberi
nilai, sedangkan variable y tidak beri nilai.

Contoh :

Void func ( int x = 2, int y ) ; 

 

AMBIGUITY PADA OVERLOADING FUNCTION

Beberapa hal yang menimbulkan ketidakjelasan pada program :
1. type conversion
Contoh :

Void f ( double nilai )
Main ( )
{
Int I = 12 ;
F ( I ) ;
}


2. reference parameter
Parameter yang memiliki perbedaan hanya pada argument, dimana fungsi
yang satu menggunakan reference parameter dan yang lainnya
menggunakan value parameter.
Contoh :

Void func ( int x , int y ); dengan void func func ( int x , int& y) ;


3. default argumen

TATA CARA PENULISAN PROGRAM

  1. Jangan menggunakan nama identifier yang terlalu singkat.
  2. Identifier yang tidak melambangkan sesuatu dapat ditulis dengan satu
    huruf saja.
  3. hindari pendeklarasian variable yang bertipe sama dalam satu baris,
    contoh : int a, b, c ;
  4. Tambahkan satu spasi setelah tanda koma atau titik dua atau titik
    koma, jangan sebelumnya.
  5. Jangan tambahkan spasi sesudah operator unary : ++ , – – , dsb. Contoh : a ++
  6. Jangan tambahkan spasi setelah tanda kurung buka dan kurung tutup.
  7. Jangan gunakan spasi dipenulisan index, contoh : x[ 10 ] atau x [10]
  8. Hindari penulisan secara horizontal.

Contoh

Void main ( )
{
Tulis ( ‘A’ ) ; Tulis (1805) ;
}

Leave a Comment