Dasar dasar bahasa C #7 Pointer

POINTER

 

Konsep Dasar Pointer

Variabel pointer sering dikatakan sebagai variabel yang menunjuk ke obyek lain. Pada kenyataan yang sebenarnya, variabel pointer berisi alamat dari suatu obyek lain (yaitu obyek yang dikatakan ditunjuk oleh pointer). Sebagai contoh, px adalah variabel pointer dan x adalah variabel yang ditunjuk oleh px. Kalau x berada pada alamat memori (alamat awal) 1000, maka px akan berisi 1000. Sebagaimana diilustrasikan pada gambar  di bawah ini

pointer


Mendeklarasikan Variabel Pointer

Suatu variabel pointer dideklarasikan dengan bentuk sebagai berikut :

deklarasi variabel pointer

dengan tipe dapat berupa sembarang tipe yang sudah dibahas pada bab-bab sebelumnya, maupun bab-bab berikutnya. Adapun nama_variabel adalah nama dari variabel pointer. Sebagai contoh :

int *px;             ƒ *contoh 1 */ 

char *pch1, *pch2;   ƒ *contoh 2 */

Contoh pertama menyatakan bahwa px adalah variabel pointer yang menunjuk ke suatu data bertipe int, sedangkan contoh kedua masing pch1 dan pch2 adalah variabel pointer yang menunjuk ke data bertipe char.


Mengatur Pointer agar Menunjuk ke Variabel Lain

Agar suatu pointer menunjuk ke variabel lain, mula-mula pointer harus diisi dengan alamat dari variabel yang akan ditunjuk. Untuk menyatakan alamat dari suatu variabel, operator & (operator alamat, bersifat unary) bisa dipergunakan, dengan menempatkannya di depan nama variabel. Sebagai contoh, bila x dideklarasikan sebagai variabel bertipe int, maka

&x

berarti “alamat dari variabel x”. Adapun contoh pemberian alamat x ke suatu variabel pointer px (yang dideklarasikan sebagai pointer yang menunjuk ke data bertipe int) yaitu :

px = &x;

Pernyataan di atas berarti bahwa px diberi nilai berupa alamat dari variabel x. Setelah pernyataan tersebut dieksekusi barulah dapat dikatakan bahwa px menunjuk ke variabel x.


Mengakses Isi Suatu Variabel Melalui Pointer

Jika suatu variabel sudah ditunjuk oleh pointer, variabel yang ditunjuk oleh pointer tersebut dapat diakses melalui variabel itu sendiri (pengaksesan langsung) ataupun melalui pointer (pengaksesan tak langsung). Pengaksesan tak langsung dilakukan dengan menggunakan operator indirection (tak langsung) berupa simbol * (bersifat  unary).  Contoh penerapan operator * yaitu :

*px

yang menyatakan “isi atau nilai variabel/data yang ditunjuk oleh pointer px” . Sebagai contoh jika y bertipe int, maka sesudah dua pernyataan berikut

px = &x; y = *px;

y akan berisi nilai yang sama dengan nilai x.    Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh:

 

#include <stdio.h>

 main()

{

int y, x = 87;   /* x & y bertipe int */ int *px;

/* var pointer yang menunjuk ke data yang bertipe int */

px = &x;     /* px diisi dengan alamat dari variabel x */  

y = *px; /* y diisi dengan nilai yg ditunjuk oleh px */

printf("Alamat x = %p\n", &x); printf("Isi px = %p\n", px); printf("Isi x = %d\n", x);

printf("Nilai yang ditunjuk oleh px = %d\n", *px); printf("Nilai y  = %d\n", y);

}

Contoh eksekusi :

Alamat x                 = 0012FF78

Isi px                      = 0012FF78

Isi x                        = 87

Nilai yang ditunjuk oleh px = 87 Nilai y  = 87

Pada program di atas, dua pernyataan

px = &x; y = *px;

sebenarnya dapat digantikan dengan sebuah pernyataan berupa

y = x;

Seandainya pada program di atas tidak terdapat pernyataan

px = &x;

namun terdapat pernyataan

y = *px;

maka y tidaklah berisi nilai x, sebab px belum diatur agar menunjuk ke variabel x. Hal seperti ini harap diperhatikan. Kalau program melibatkan pointer, dan pointer belum diinisialisasi, ada kemungkinan akan terjadi masalah yang dinamakan “bug” yang bisa mengakibatkan komputer tidak dapat dikendalikan (hang).

Selain itu tipe variabel pointer dan tipe data yang ditunjuk harus sejenis. Bila tidak sejenis maka akan terjadi hasil yang tidak diinginkan. Lebih jelasnya perhatikan contoh:

#include <stdio.h>
main()

{

int *pu; int nu;

int u = 1234;

pu = &u; nu = *pu;

printf("Alamat dari u = %p\n", &u); printf("Isi pu = %p\n", pu);

printf("Isi u = %d\n", u);

printf("Nilai yang ditunjuk oleh pu = %d\n", *pu); 

printf("Nilai nu= %d\n", nu);

}

Pada contoh di atas, saat penugasan

pu = &u;

maka pu akan menunjuk data berukuran 4 byte (tipe float) sekalipun u berukuran 2 byte (tipe int). Oleh karena itu, pernyataan

nu = *pu;

tidak akan membuat nu berisi nilai u. untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut.


Mengakses dan Mengubah isi Suatu Variabel Pointer

Contoh berikut memberikan gambaran tentang pengubahan isi suatu variabel secara tak langsung (yaitu melalui pointer). Mula-mula pd dideklarasikan sebagai pointer yang menunjuk ke suatu data bertipe float dan d sebagai variabel bertipe float. Selanjutnya

d = 54.5;

digunakan untuk mengisikan nilai 54,5 secara langsung ke variabel d. Adapun

pd = &d;

digunakan untuk memberikan alamat dari d ke pd. Dengan demikian pd menunjuk ke variabel d. Sedangkan pernyataan berikutnya

*pd = *pd + 10;            (atau: *pd += 10; )

merupakan instruksi untuk mengubah nilai variabel d secara tak langsung. Perintah di atas berarti “jumlahkan yang ditunjuk pd dengan 10 kemudian berikan ke yang ditunjuk oleh pd”, atau identik dengan pernyataan

d = d + 10;

Akan tetapi, seandainya tidak ada instruksi

pd = &d;

maka pernyataan

*pd = *pd + 10;

tidaklah sama dengan

d = d + 10;

 

#include <stdio.h>

 main()

{

float d = 54.5f, *pd;

printf("Isi d mula-mula = %g\n", d);

pd = &d;

*pd += 10;

printf("Isi d sekarang     = %g\n", d);

}

Contoh eksekusi :

Isi d mula-mula = 54.5 
Isi d sekarang = 64.5

 

 

 

Pointer dan Array (pointer to array)

Hubungan antara pointer dan array pada C sangatlah erat. Sebab sesungguhnya array secara internal akan diterjemahkan dalam bentuk pointer. Pembahasan berikut akan memberikan gambaran hubungan antara pointer dan array. Misalnya dideklarasikan di dalam suatu fungsi

static int tgl_lahir[3] = { 01, 09, 64 };

dan

int *ptgl;

Kemudian diberikan instruksi

 

ptgl = &tgl_lahir[0];    //pointer to array of integer

maka ptgl akan berisi alamat dari elemen array tgl_lahir yang berindeks nol. Instruksi di atas bisa juga ditulis menjadi

ptgl = tgl_lahir;

sebab nama array tanpa tanda kurung menyatakan alamat awal dari array. Sesudah penugasan seperti di atas,

*ptgl

dengan sendirinya menyatakan elemen pertama (berindeks sama dengan nol) dari array

tgl_lahir. Hal ini bisa dilihat melalui pembuktian program berikut.

 

#include <stdio.h>
main()

{

static int tgl_lahir[] = {16, 4, 1974}; int *ptgl;

ptgl = tgl_lahir;

printf("Nilai yang ditunjuk oleh ptgl = %d\n", *ptgl); 

printf("Nilai dari tgl_lahir[0] = %d\n", tgl_lahir[0]);

}

Contoh eksekusi :

Nilai yang ditunjuk oleh ptgl = 16 
Nilai dari tgl_lahir[0]= 16

 

#include <stdio.h> 

main()

{

static int tgl_lahir[] = {16, 4, 1974}; int *ptgl, i;

ptgl = tgl_lahir;

printf("Nilai yang ditunjuk oleh ptgl = %d\n", *ptgl); for (i=0; i<3; i++)

printf("Nilai dari tgl_lahir[i] = %d\n",

*(ptgl+i));

}

Contoh eksekusi:

Nilai yang ditunjuk oleh ptgl = 16 
Nilai dari tgl_lahir[0]= 16

Nilai dari tgl_lahir[1] = 4 
Nilai dari tgl_lahir[2] = 1974

 

#include <stdio.h> main()

{

static int tgl_lahir[] = {16, 4, 1974}; int i;

int *ptgl;

ptgl = tgl_lahir;




printf("Nilai yang ditunjuk oleh ptgl = %d\n", *ptgl); for (i=0; i<3; i++)

printf("Nilai dari tgl_lahir[i] = %d\n", *ptgl++);

}

 

Pointer dan String (pointer to string)

Contoh hubungan pointer dan string ditunjukkan pada program berikut.

 

#include <stdio.h> 

main()

{

/* pkota menunjuk konstanta string “SEMARANG” */ 

char *pkota = “SEMARANG”;

printf(“String yang ditunjuk oleh pkota = ”); puts(pkota);     

// printf(“%s\n”, pkota);

}

Contoh eksekusi :

String yang ditunjuk oleh pkota = SEMARANG

Pada program di atas,

 

char *pkota = “SEMARANG”;

akan menyebabkan kompiler :

  • mengalokasikan variabel pkota sebagai variabel pointer yang menunjuk ke obyek bertipe char dan menempatkan konstanta “SEMARANG” dalam suatu memori
  • kemudian pointer pkota akan menunjuk ke lokasi string “SEMARANG”.

 

Contoh Menukarkan isi 2 string tanpa pemakaian pointer 

 

#include <stdio.h> 

#include <string.h>

#define PANJANG 20

char nama1[PANJANG] = "JAMES BOND"; char nama2[PANJANG] = "HERCULE POIROT";

main()

{

char namax[PANJANG];

puts("SEMULA : ");

printf("nama1 --> %s\n", nama1); printf("nama2 --> %s\n", nama2);

strcpy(namax, nama1); strcpy(nama1, nama2); strcpy(nama2, namax);

puts("KINI : ");

printf("nama1 --> %s\n", nama1); printf("nama2 --> %s\n", nama2);

}

 

Menukarkan isi 2 string dengan fasilitas pointer 



#include <stdio.h> 

#include <string.h>

char *nama1 = "JAMES BOND"; char *nama2 = "HERCULE POIROT";

main()

{

char *namax;

puts("SEMULA : ");

printf("nama1 --> %s\n", nama1);

/* nama1:pointer yg menunjuk ke string JAMES BOND */ 

printf("nama2 --> %s\n", nama2);

/* nama2:pointer yg menunjuk ke string HERCULE POIROT */

namax = nama1; nama1 = nama2; nama2 = namax;

puts("KINI : ");

printf("nama1 --> %s\n", nama1); printf("nama2 --> %s\n", nama2);

}

Array dari Pointer (Array of Pointer)

  • Suatu array bisa digunakan untuk menyimpan sejumlah pointer.

Sebagai contoh:

char *namahari[10];

merupakan pernyataan untuk mendeklarasikan array pointer. Array namahari terdiri dari 10 elemen berupa pointer yang menunjuk ke data bertipe char.

  • Array pointer bisa diinisialisasi sewaktu pendeklarasian.

Sebagai contoh:

static char *namahari[] ={“Senin”,“Selasa”,“Rabu”,“Kamis”,“Jumat”,“Sabtu”,“Minggu”};

Pada contoh ini, namahari[0] berisi alamat yang menunjuk ke string “Senin”. namahari[1] berisi alamat yang menunjuk ke string “Selasa”. namahari[2] berisi alamat yang menunjuk ke string “Rabu”. dan sebagainya.


Pointer menunjuk Pointer (Pointer to Pointer)

Suatu pointer bisa saja menunjuk ke pointer lain. Gambar berikut memberikan contoh mengenai pointer menunjuk pointer.

  • Untuk membentuk rantai pointer seperti pada gambar di atas, pendeklarasian yang diperlukan berupa
int var_x; int *ptr1; int **ptr2;

Perhatikan pada deklarasi di atas:

  • var_x adalah variabel bertipe int.
  • ptr1 adalah variabel pointer yang menunjuk ke data bertipe
  • ptr2 adalah variabel pointer yang menunjuk ke pointer

(itulah sebabnya deklarasinya berupa int **ptr2; )

  • Agar ptr1 menunjuk ke variabel var_x, perintah yang diperlukan berupa
ptr1 = &var_x;
  • Sedangkan supaya ptr2 menunjuk ke ptr1, instruksi yang diperlukan adalah
ptr2 = &ptr1;
  • Contoh berikut memberikan gambaran cara pengaksesan nilai pada var_x melalui pointer ptr2 dan

 

Contoh program untuk pointer yang menunjuk pointer

#include <stdio.h>

main()

{

int var_x = 273; int *ptr1;

int **ptr2;

ptr1 = &var_x; ptr2 = &ptr1;

printf("Nilai var_x = %d\n", *ptr1); 

printf("Nilai var_x = %d\n", **ptr2);

}

Contoh eksekusi :

Nilai var_x     =     273

Nilai var_x     =     273

Pointer dalam Fungsi

Pointer dan kaitannya dengan fungsi yang akan dibahas berikut meliputi :

  • Pointer Sebagai Parameter Fungsi

  • Penerapan pointer sebagai parameter yaitu jika diinginkan agar nilai suatu variabel internal dapat diubah oleh fungsi yang dipanggil.
  • Sebagai contoh dapat dilihat pada fungsi
void naikkan_nilai (int *x, int *y)

{

*x = *x + 2;

*y = *y + 2;

}
  • Fungsi di atas dimaksudkan agar kalau dipanggil, variabel yang berkenaan dengan parameter aktual dapat diubah nilainya, masing-masing dinaikkan sebesar 2. Contoh pemanggilan :
naikkan_nilai(&a, &b);
  • Perhatikan, dalam hal ini variabel a dan b harus ditulis diawali operator alamat (&) yang berarti menyatakan alamat variabel, sebab parameter fungsi dalam pendefinisian berupa

 

Fungsi dengan argumen berupa pointer    

#include <stdio.h>

void naikkan_nilai(int *, int *);

main()

{

int a = 3, b = 7;

printf("SEMULA : a = %d  b = %d\n", a, b);

naikkan_nilai(&a, &b);

printf("KINI : a = %d b = %d\n", a, b);

}

void naikkan_nilai(int *x, int *y)

{

*x = *x + 2;

*y = *y + 2;

}

Contoh eksekusi :

Semula : 
a = 3        
b = 7 
Kini   : 
a = 5          
b = 9

 

  • Pointer Sebagai Keluaran Fungsi (return value)

  • Suatu fungsi dapat dibuat agar keluarannya berupa pointer. Misalnya, suatu fungsi menghasilkan keluaran berupa pointer yang menunjuk ke string nama_bulan, seperti pada contoh
char *nama_bulan(int n)

{

static char *bulan[]=

{“Kode bulan salah”, “Januari”, “Februari”, Maret”, “April”, “Mei”, “Juni”, “Juli”, "Agustus”, “September”, “Oktober”, “Nopember”,“Desember”

};

return ( (n<1     | |     n>12) ? bulan[0] : bulan[n] );

}

  • Pada definisi fungsi di atas,
char *nama_bulan()

menyatakan bahwa keluaran fungsi nama_bulan() berupa pointer yang menunjuk ke obyek char (atau string).

  • Dalam fungsi nama_bulan(), mula-mula array bernama bulan dideklarasikan dan sekaligus diinisialisasi agar menunjuk sejumlah string yang menyatakan nama

Di bagian akhir fungsi, pernyataan

return ( (n<1 || n>12) ? bulan[0] : bulan[n] );

menyatakan bahwa hasil fungsi berupa pointer yang menunjuk ke

€ string “Kode bulan salah” (bulan[0]) jika masukan fungsi n<1 atau n>12

€ bulan[n] untuk n yang terletak antara 1 sampai dengan 12.

 

Fungsi dengan keluaran berupa pointer yang menunjuk string

 #include <stdio.h>

char *nama_bulan(int n); //prototype function

main()

{

int bl; char *pch;


printf("Masukkan Bulan 1..12 : "); scanf("%d", &bl);

pch = nama_bulan(bl);

printf("Bulan ke-%d adalah %s\n", bl, nama_bulan(bl));

}

char *nama_bulan(int n)

{

static char *bulan[] = { "Kode bulan salah","Januari", "Februari", "Maret","April","Mei","Juni","Juli", "Agustus", "September", "Oktober", "November", "Desember"

};


return ((n<1||n>12) ? bulan[0] : bulan[n]);

}

 

Kesimpulan

  • Tipe variabel pointer adalah tipe variabel yang berisi alamat dari variabel yang sebenarnya.
  • Tipe variabel pointer harus sama dengan tipe varibel yang
  • Hubungan antara pointer dan array pada C sangatlah erat, sebab sesungguhnya array secara internal akan diterjemahkan dalam bentuk pointer
  • Varibel pointer bisa berupa string, array atau tipe variabel yang
  • Suatu pointer bisa saja menunjuk ke pointer lain (pointer to pointer)
  • Variabel pointer bisa digunakan sebagai parameter dalam sebuah fungsi, sebagaimana juga bisa dijadikan sebagai nilai balik (return value) dari sebuah fungsi.

 

Leave a Comment