Dasar dasar Bahasa C #9 Operasi File

OPERASI FILE

 

Struktur File

Kebanyakan program melibatkan media disk sebagai tempat untuk membaca atau merekam data. Data sendiri disimpan dalam disk dalam bentuk suatu kesatuan yang disebut file. Suatu file merupakan organisasi dari sejumlah record. Masing-masing record dapat terdiri atas satu atau beberapa field dan setiap field terdiri atas satu atau beberapa byte. Adapun byte merupakan susunan dari 8 bit. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar 11.1 di bawah ini.

Catatan : record adalah nama lain dari struktur (struct).

 

  • Tahapan Operasi File

Operasi pada file pada dasarnya meliputi tiga tahapan, yaitu :

  1. Membuka/mengaktifkan file
  2. Melaksanakan proses file
  3. Menutup file

 

 

 

  • Membuka / Mengaktifkan File

Sebelum file dapat diakses (dibaca atau ditulisi), mula-mula file haruslah diaktifkan terlebih dahulu. Untuk keperluan ini fungsi yang digunakan yaitu fopen(). Bentuk deklarasinya adalah sebagai berikut :

 

FILE *fopen(char *namafile, char *mode);

 

dengan :

  • namafile berupa nama dari file yang akan diaktifkan
  • mode berupa jenis operasi yang akan dilakukan terhadap file
  • prototipe ada pada file h

Jenis operasi file dapat berupa salah satu di antara mode berikut :

  • r menyatakan file hanya akan

Dalam hal ini, file yang akan diproses haruslah sudah ada dalam disk pada current directory.

  • w menyatakan bahwa file baru diciptakan. Selanjutnya operasi yang akan dilakukan terhadap file adalah operasi perekaman data. Seandainya file tersebut sudah ada dalam disk, isinya yang lama akan
  • a untuk membuka file yang sudah ada dalam disk, dan operasi yang akan dilakukan adalah  penambahan   data  pada                    Data baru akan ditempatkan di bagian belakang dari file.  Seandainya file belum ada, secara otomatis file akan diciptakan terlebih dahulu.
  • r+ untuk membuka file yang sudah ada, dan operasi yang akan dilakukan berupa pembacaan serta
  • w+ untuk membuka  file  dengan  tujuan  untuk  pembacaan  atau     Jika file sudah ada, isinya akan dihapus.

 

  • a+ untuk membuka file, dengan operasi yang dapat dilakukan berupa perekaman maupun pembacaan. Jika file sudah ada, isinya tak akan

Keluaran fungsi fopen() berupa pointer yang menunjuk ke tipe FILE (pointer to FILE), yaitu tipe struktur yang definisinya ada pada stdio.h (oleh karena itu program yang menggunakan fopen() harus melibatkan file stdio.h).

Berhasil tidaknya operasi pengaktifan file dapat dilihat pada keluaran fungsi fopen(). Jika keluaran fungsi berupa NULL (suatu makro yang didefinisikan pada file stdio.h), berarti operasi pengaktifan file gagal. Kejadian seperti ini bisa terjadi misalnya saat membuka file dengan mode “r” ternyata file yang dibuka tidak ada dalam disk.

Contoh pemakaian fungsi fopen() :

 

pf = fopen(“COBA.TXT”, “w”);

 

dengan variabel pf dideklarasikan sebagai berikut :

 

FILE *pf;

 

Maksud dari pernyataan pf = fopen(“COBA.TXT”, “w”); adalah

  • menciptakan dan mengaktifkan file bernama “COBA.TXT”
  • dengan mode yaitu “w” (mode penulisan ke file)
  • dan menempatkan pointer-ke-FILE ke variabel pointer pf

Dengan instruksi di atas, seandainya file “COBA.TXT” sudah ada dalam disk, maka isi file tersebut akan menjadi hilang (data lama akan terhapus).

 

Informasi file

pf                     COBA.TXT

pointer-ke-FILE

struct FILE

 

Gambar 11.2 Pointer-ke-FILE pf menunjuk ke file COBA.TXT

 

Bentuk yang biasa dipakai untuk mengaktifkan file beserta pemeriksaan keberhasilannya adalah semacam berikut :

 

if (pf = fopen(“COBA.TXT”, “w”) == NULL)

{

printf(“File tidak dapat diciptakan !\n”);

exit(1);                                              /* keluar dari program */

}

 

Mula-mula  pf  diisi  dengan  keluaran  dari fungsi fopen().    Seandainya nilainya adalah NULL (berarti operasi pengaktifan gagal), maka

     pada layar ditampilkan tulisan : File tidak dapat diciptakan !

     program dihentikan (selesai).

 

 

 

  • Menutup File

Apabila suatu file sudah tidak diproses lagi, maka file tersebut perlu ditutup. Hal seperti ini sangat penting terutama jika melakukan pemrosesan file yang jumlahnya lebih dari satu. Alasannya di antaranya adalah karena adanya keterbatasan jumlah file yang dapat dibuka secara serentak. Untuk menutup file, fungsi yang digunakan adalah fclose(), dengan bentuk deklarasi sebagai berikut :

 

int fclose(FILE *pf);

 

dengan prototipe ada pada stdio.h.

Pada waktu pemanggilan fungsi ini, pf haruslah berupa variabel pointer bertipe FILE yang digunakan dalam pengaktifan file. Fungsi fclose() menghasilkan keluaran berupa nol jika operasi penutupan berhasil dilakukan.

Di samping fclose(), terdapat pula fungsi bernama fcloseall() yang digunakan untuk menutup semua file yang sedang terbuka. Bentuk deklarasinya :

 

int fcloseall(void);

 

Fungsi ini menghasilkan nilai EOF (EOF didefinisikan pada stdio.h, yaitu bernilai –1) jika terjadi kegagalan. Sedangkan bila berhasil, keluaran fungsi berupa jumlah file yang ditutup.

 

  • Operasi Penyimpanan dan Pembacaan File Per Karakter
    • Fungsifputc()

Sebuah karakter dapat disimpan/dituliskan ke dalam file dengan menggunakan fungsi fputc(). Bentuk deklarasi dari fungsi ini :

 

int fputc(char kar, FILE *ptr_file);

 

dengan ptr_file adalah pointer-ke-FILE yang berisi keluaran dari fopen(), dan kar berupa karakter yang akan disimpan dalam file. Sekalipun kar bertipe int (2 byte), sebenarnya hanya byte terendah dari kar yang akan disimpan ke dalam file. Byte tertinggi tak ikut disimpan.

Seandainya operasi fputc() berjalan dengan sempurna, keluaran fungsi sama dengan nilai kar. Bila tak berhasil melaksanakan penyimpanan, keluaran fungsi berupa EOF (-1). Contoh program untuk menciptakan file dan digunakan untuk menyimpan sejumlah karakter :

/* File program: fputc.c

Menciptakan & mengisi file dgn data karakter dr keyboard */

 

#include <stdio.h> #include <stdlib.h>

 

main()

{

FILE *pf;                                                      /* Pointer-ke-FILE */ char kar;

 

/* Ciptakan file */

if ((pf = fopen(“COBA.TXT”,”w”)) == NULL)

{

printf(“file tak dapat diciptakan!\r\n”); exit(1);                                                                  /* selesai */

}

 

printf(“Ketikkan apa saja, akhiri dengan ENTER.\n”); printf(“Program akan membaca perkarakter\n”); printf(“dan menyimpannya dalam file COBA.TXT\n\n”);

 

while((kar=getchar()) != ‘\n’)    /*baca kar dr keyboard*/ fputc(kar, pf);           /*tulis ke file per karakter*/

 

fclose(pf);                                                 /* tutup file */

}

 

 

 

Contoh eksekusi :

 

Ketikkan apa saja, akhiri dengan ENTER.

Program akan membaca perkarakter

dan menyimpannya dalam file COBA.TXT

 

Mencoba menulis ke file COBA.TXT

Program mula-mula menciptakan dan membuka file melalui pemanggilan fungsi fopen(),

dengan mode file “w”. Kalau keluaran fungsi bernilai NULL, program dihentikan melalui exit( ). Kalau file COBA.TXT berhasil dibuka, maka pernyataan

 

while((kar=getchar()) != ‘\n’) fputc(kar, pf);

 

akan dijalankan, yang memungkinkan untuk memasukkan sejumlah karakter, sampai tombol ENTER ditekan (ENTER tidak ikut disimpan dalam file). Jika tombol ENTER ditekan, file akan ditutup dan eksekusi program selesai. Sedangkan file COBA.TXT yang dihasilkan oleh program di atas merupakan file teks, sehingga isinya bisa dilihat dengan menggunakan bantuan sebuah teks editor misalnya Notepad.

 

 

 

  • Fungsifgetc()

Untuk melihat isi file hasil program di atas, bisa juga melalui program dengan memakai fungsi fgetc(), yang digunakan untuk pembacaan per karakter dari isi file. Prototipe dari fungsi ini ada di stdio.h. Bentuk deklarasi fgetc():

 

int fgetc(FILE *ptr_file);

 

Keluaran fungsi berupa nilai bertipe int dari sebuah karakter yang dibaca dari file. Jika akhir file ditemukan atau terjadi kegagalan membaca, keluaran fungsi berupa EOF.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Program berikut digunakan untuk membaca isi file COBA.TXT dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Buka file COBA.TXT dengan mode “r” Jika tidak berhasil dibuka maka
    • beri keterangan pada layar bahwa file tak ada
    • selesai
  2. Baca sebuah karakter dari file

Jika karakter sama dengan EOF (tanda akhir file) maka ke langkah 4

  1. Tampilkan karakter ke layar dan kembali ke langkah 2
  2. Tutup file
  3. Selesai

 

 

/* File program: fgetc.c

contoh membaca isi file per karakter */

 

#include <stdio.h> #include <stdlib.h>

 

main()

{

FILE *pf; char kar;

 

if((pf=fopen(“COBA.TXT”,”r”)) == NULL )      /* buka file */

{

printf(“file tak dapat dibuka !\r\n”);

exit(1);                                                                      /* selesai */

}

 

while((kar=fgetc(pf)) != EOF)       /* baca kar dari file */ putchar(kar);                                   /* tampilkan ke layar*/

 

printf(“\n”);

fclose(pf);                                                           /* tutup file */

}

 

 

Contoh eksekusi :

 

Mencoba menulis ke file COBA.TXT

 

 

 

  • File Biner dan File Teks

Pada saat file dibuka, file bisa diperlakukan sebagai file biner atau file teks. File biner adalah file yang pola penyimpanan di dalam disk berbentuk biner, yaitu seperti bentuk pada memori RAM (komputer). Misalnya data bertipe int selalu akan menempati ruang 4 byte (pada mesin 32 bit), berapapun harganya.

Sedangkan file teks merupakan file yang pola penyimpanan datanya dalam bentuk karakter. Bilangan bertipe int misalnya, bisa saja menempati ruang 1 byte, 2 byte atau  lebih bergantung kepada nilai dari bilangannya. Sebagai contoh, bilangan 54 akan disimpan dalam 2 byte (berupa karakter 5 dan 4), tetapi bilangan 123 akan disimpan dalam 3 byte. File seperti ini bisa dilihat langsung dengan perintah TYPE melalui prompt DOS atau memakai editor teks (seperti Notepad).

File teks biasanya dipakai untuk menyimpan data bertipe karakter atau string. Sedangkan file biner dipakai untuk menyimpan data bilangan atau data kompleks, seperti struktur (struct).

Penambahan yang perlu dilakukan untuk menentukan mode teks atau mode biner berupa :

  • t untuk mode teks
  • b untuk mode biner Contoh :
  • “rt” Berarti mode file adalah teks dan file hendak dibaca
  • “rt+” Berarti mode file adalah teks dan file bisa dibaca dan ditulisi. Bentuk penulisan yang lain (tetapi maknanya sama) : “r+t”
  • “rb” Berarti mode file adalah biner dan file hendak

 

Catatan :

  • Jika pada mode file tidak terdapat karakter t atau b, mode file akan ditentukan oleh variabel global bernama _fmode (deklarasinya ada pada file fcntl.h). Jika _fmode tidak dilibatkan dalam program, maka mode file yang tak mengandung t atau b akan diperlakukan sebagai file teks (secara default).
  • Variabel _fmode bisa diisi dengan O_BINARY untuk menyatakan file biner, atau

O_TEXT untuk menyatakan file teks. Contoh :

 

_fmode = O_BINARY;

pf = fopen(“TEST1”, “r”);

 

Berarti bahwa “TEST1” adalah file biner dan hendak dibaca.

  • O_TEXT ataupun O_BINARY didefinisikan pada file h

 

 

 

  • Operasi Penyimpanan dan Pembacaan File Per Int

Untuk keperluan menyimpan atau membaca membaca file bertipe int, C menyediakan fungsi _putw() dan _getw(). Betuk deklarasinya :

 

int _putw(int nilai, FILE *ptr_file); int _getw(FILE *ptr_file);

 

Dengan prototipe ada pada stdio.h. Kegunaan masing-masing adalah :

  • _getw() untuk membaca sebuah data bertipe int dari file
  • _putw() untuk menyimpan sebuah data (yang disimpan dalam variabel nilai) yang bertipe int ke

Contoh berikut merupakan program untuk menyimpan sejumlah data bertipe int ke dalam file bertipe biner bernama BILANGAN.DAT. Dalam hal ini, file    BILANGAN.DAT akan diperlakukan sebagai file biner.

/* File program: _putw.c

contoh menyimpan data bertipe int menggunakan putw() */

 

#include <stdio.h> #include <stdlib.h>

 

main( )

{

FILE *pf;                                                       /* ptr-ke-FILE */ int nilai, sudah_benar;

char jawab;

 

if((pf=fopen(“BILANGAN.DAT”, “wb”)) == NULL )

/* ciptakan file*/

{

printf(“file gagal diciptakan!\n”); exit(1);

}

 

printf(“MENYIMPAN DATA INTEGER KE FILE\n”);

 

do {

printf(“\nBilangan yang akan disimpan: “); scanf(“%d”, &nilai);     /* baca nilai dr keyboard */

_putw(nilai, pf);                /* baca bilangan ke file */ printf(“memasukkan data lagi (Y/T)?                   “);

 

do

{

 

jawab = getchar(); /* baca jawaban dr keyboard */ sudah_benar = ((jawab == ‘Y’) || (jawab == ‘y’)

|| (jawab == ‘T’) || (jawab == ‘t’));

} while(! sudah_benar);

}

while     (jawab == ‘y’|| jawab == ‘Y’);

 

printf(“\nOke. Data sudah disimpan dalam file.\n”); fclose(pf);                                                                                      /* menutup file */

}

Contoh eksekusi :

 

Program untuk menyimpan data integer ke file

 

Bilangan yang akan disimpan: 60 Memasukkan data lagi (Y/T)? y

 

Bilangan yang akan disimpan: 998 Memasukkan data lagi (Y/T)? y

 

Bilangan yang akan disimpan: -75 Memasukkan data lagi (Y/T)? t

Oke. Data sudah disimpan dalam file.

 

Program yang digunakan untuk menampilkan isi file BILANGAN.DAT pada dasarnya sama dengan program fgetc.c  yang menampilkan isi file teks COBA.TXT di  atas. Hanya saja, untuk mendeteksi akhir dari file, diperlukan makro bernama feof(), yang memiliki bentuk deklarasi

 

int feof(FILE *ptr_file);

 

dengan prototipe dan definisinya ada pada filestdio.h

Keluaran feof() berupa nilai nol (NULL) jika operasi pembacaan yang terakhir membaca tanda akhir file. Sebagai contohnya, perhatikan implementasi pada program di bawah ini.

/* File program : _getw.c

 

Contoh membaca isi file biner menggunakan getw() */

 

#include <stdio.h> #include <stdlib.h>

 

main()

{

FILE *pf;                                             /* ptr ke file */ int nilai, nomor = 0;

/* Buka file biner untuk dibaca */ if((pf=fopen(“BILANGAN.DAT”,”rb”)) == NULL)

{

printf(“File gagal dibuka.\n”); exit(1);

}

 

printf(“Isi file BILANGAN.DAT : \n”);

 

while(1)                                               /* file berhasil dibuka */

{

nilai = _getw(pf);              /* Baca sebuah int dr file */ if (feof(pf) != 0)            /*Jika akhir file, keluar loop*/

break;

/* Tampilkan ke layar */ printf(“%2d.                          %d \n”, ++nomor, nilai);

}

 

fclose(pf);                                        /* Tutup file */

}

 

 

Contoh eksekusi :

 

Isi file BILANGAN.DAT : 1. 60

  1. 998
  2. –75

 

 

 

  • Operasi Penyimpanan dan Pembacaan File Per Blok

Ada dua fungsi yang memungkinkan untuk menyimpan atau membaca data file dalam bentuk kesatuan blok (sejumlah byte), misalnya untuk menyimpan data bertipe float atau data bertipe struct. Kedua fungsi tersebut adalah fread() dan fwrite(), yang memiliki bentuk deklarasi sbb :

 

int fread(void *buffer, int n, FILE *ptr_file);

 

int fwrite(void *buffer, int jum_byte, int n, FILE *ptr_file);

 

dengan :

  • buffer adalah
    • pointer yang menunjuk ke daerah memori yang akan ditempati data dari file disk (untuk fread()), atau
    • pointer yang menunjuk ke daerah memori yang akan berisi data yang akan disimpan ke file disk (untuk fwrite().
  • jum_byte menyatakan jumlah byte yang akan dibaca atau
  • n menentukan banyaknya blok data berukuran jum_byte yang akan ditulis atau
  • ptr_file berupa pointer-ke-FILE yang berisi nilai keluaran dari fopen().

Program berikut ini memberikan contoh penyimpanan data bertipe struktur ke dalam file disk bernama DAFBUKU.DAT.

/* File program : fwrite.c

Menyimpan data bertipe struktur ke file memakai fwrite() */

 

#include <stdio.h> #include <stdlib.h>

 

main()

{

FILE *f_struktur; char jawaban;

int sudah_benar;

 

struct {

char judul[26]; char pengarang[20]; int jumlah;

} buku;                               /* variabel buku bertipe struktur */

 

/* Buka file */

if((f_struktur     = fopen(“DAFBUKU.DAT”, “wb”)) == NULL)

{

 

 

 

}

 

do {

printf(“File tidak dapat diciptakan !\n”); exit(1);

 

 

fflush(stdin);    /* Hapus isi penampung keyboard */ printf(“Judul buku                                      : “);

gets(buku.judul);

 

printf(“Nama pengarang             : “); gets(buku.pengarang); printf(“Jumlah buku : “); scanf(“%d”, &buku.jumlah);

fflush(stdin);    /* Hapus isi penampung keyboard */

 

/* Rekam sebuah data bertipe struktur */ fwrite(&buku, sizeof(buku), 1, f_struktur);

printf(“\nMau merekam data lagi [Y/T] ?”); do {

jawaban = getchar();

sudah_benar = ((jawaban == ‘Y’) || (jawaban == ‘y’)||(jawaban == ‘T’) || (jawaban == ‘t’));

} while(!sudah_benar); printf(“\n”);

} while(jawaban == ‘Y’ || jawaban == ‘y’);

 

fclose(f_struktur);                              /* Tutup file */

}

 

 

Contoh eksekusi :

 

Judul buku            : Relational Database Design Nama pengarang : Igor T. Hawryszkiewycz Jumlah       : 1

Mau merekam data lagi [Y/T] ? Y Judul buku     : C Programming FAQs Nama pengarang : Steve Summit Jumlah     : 4

Mau merekam data lagi [Y/T] ? Y

 

Judul buku            : The C Programming Language Nama pengarang : Brian WK & Dennis MR Jumlah : 2

Mau merekam data lagi [Y/T] ? T

 

Pada program di atas, instruksi untuk menyimpan sebuah data bertipe struct ke file adalah

 

fwrite(&buku, sizeof(buku), 1, f_struktur);

 

yang menyatakan data sebanyak 1 x ukuran variabel struct buku (dalam satuan byte) dari lokasi buku (dinyatakan dengan &buku) disimpan dalam file f_struktur (nama filenya

 

adalah DAFBUKU.DAT). Untuk membaca data yang ada pada file DAFBUKU.DAT, programnya adalah sbb :

/* File program : fread.c

Membaca data bertipe struktur ke file menggunakan fread() */

 

#include <stdio.h> #include <stdlib.h>

 

main()

{

FILE *f_struktur; int i=1;

 

 

 

struct {

char judul[30]; char pengarang[30]; int jumlah;

} buku;                               /* variabel buku bertipe struktur */

 

/* Buka file */

if((f_struktur     = fopen(“DAFBUKU.DAT”, “rb”)) == NULL)

{

printf(“File tidak dapat dibuka !\n”); exit(1);

}

 

printf(“%2s. %-30s %-30s %s\n\n”, “No”, “Judul Buku”, “Nama Pengarang”, “Jumlah”);

 

/* diulang selama masih ada record yg terbaca dlm file */ while(fread(&buku, sizeof(buku), 1, f_struktur) == 1)

printf(“%2d. %-30s %-30s %4d\n”, i++, buku.judul, buku.pengarang, buku.jumlah);

 

printf(“\n”);

fclose(f_struktur);            /* Tutup file */

}

 

 

Contoh eksekusi :

 

No Judul Buku Nama Pengarang Jumlah
1. Relational Database Design Igor T. Hawryszkiewycz 1
2. C Programming FAQs Steve Summit 4
3. The C Programming Language Brian WK & Dennis MR 2

 

 

 

 

 

 

  • Menyimpan dan Membaca Data String pada File

Dua fungsi yang dipakai untuk membaca data string pada file yaitu fgets() dan

fputs(). Bentuk deklarasinya :

 

int fputs(char *str, FILE *ptr_file);

char fgets(char *str, int n, FILE *ptr_file);

 

dengan prototipe pada file stdio.h

Kegunaannya :

  • fputs() untuk menyimpan string str ke dalam
  • fgets() untuk membaca string dari file sampai ditemukannya karakter baris baru ‘\n’ atau setelah (n-1) karakter, dengan n adalah panjang maksimal string yang dibaca per waktu-baca.

 

Keluaran fungsi :

  • untuk fputs(): – Jika penyimpanan berhasil dilaksanakan, hasilnya berupa karakter yang terakhir ditulis ke
    • Jika gagal, hasilnya berupa
  • untuk fgets() : – Jika pembacaan berhasil dilaksanakan, hasilnya berupa pointer yang menunjuk string yang ditunjuk oleh
    • Jika gagal, hasilnya berupa

 

Catatan :

  • Pada saat menyimpan string ke file, fputs() tidak menambahkan karakter baris-baru (‘\n’) dengan sendirinya, dan karakter null tidak ikut
  • Pada saat pembacaan dengan fgets(), jika string yang dibaca mengandung karakter baris baru (CR/LF), hanya karakter LF yang akan disertakan pada string. Secara otomatis string akan diakhiri dengan karakter null
  • Baik fgets() maupun fputs() digunakan untuk file Perhatikan program-program di bawah ini :

/* File program : fgets.c Membaca isi file teks */

 

 

#include <stdio.h> #include <stdlib.h>

 

#define PANJANG 256

 

 

main()

{

FILE *f_teks;

char string[PANJANG]; char namafile[65];

 

printf(“PROGRAM UNTUK MELIHAT ISI FILE TEKS\n\n”);

printf(“Masukkan nama file : “); gets(namafile);

 

printf(“\nIsi file %s adalah sbb :\n”, namafile); if((f_teks=fopen(namafile,”rt”)) == NULL)

{

printf(“File gagal dibuka\n”); exit(1);

}

 

while(fgets(string, sizeof string, f_teks)!= NULL); printf(“%s\n\n”, string);

 

fclose(f_teks);

}

 

 

Contoh eksekusi :

 

PROGRAM UNTUK MELIHAT ISI FILE TEKS

 

Masukkan nama file : coba.txt Isi file %s adalah sbb :

Mencoba menulis ke file COBA.TXT

 

/* File program : fputs.c

Membaca kemudian menyalin isi file teks */

 

#include <stdio.h> #include <stdlib.h> #include <string.h>

 

#define PANJANG 256

 

main()

{

FILE *pf_input, *pf_output; char string[PANJANG];

char namafile_inp[65], namafile_out[65];

 

printf(“PROGRAM UNTUK MENYALIN ISI FILE TEKS\n\n”);

printf(“Masukkan nama file input : “); gets(namafile_inp);

printf(“Masukkan nama file output: “); gets(namafile_out);

 

/* Buka file input */ if((pf_input=fopen(namafile_inp,”r+”)) == NULL)

{

printf(“File input gagal dibuka\n”); exit(1);

}

 

/* Buka file output */ if((pf_output=fopen(namafile_out,”w+”)) == NULL)

{

printf(“File output gagal dibuka\n”); exit(1);

}

 

/* menampilkan isi file input, merubahnya ke huruf besar & menyalinnya ke file output */

while(fgets(string, sizeof string, pf_input) != NULL)

{

printf(“\nIsi file %s adalah :\n”,namafile_inp); printf(“%s\n”, string);

strupr(string);                   /* ubah menjadi huruf besar */ fputs(string, pf_output); /*menyalin ke file output*/

}

 

fcloseall();

 

/* Buka file output */ if((pf_output=fopen(namafile_out,”r+”)) == NULL)

{

printf(“File output gagal dibuka\n”); exit(1);

}

 

/* tampilkan isi file output */

printf(“\nIsi dari file %s adalah : \n”,namafile_out); while(fgets(string, sizeof string, pf_output) != NULL)

printf(“%s\n\n”,string); fclose(pf_output);

 

}

 

 

Contoh eksekusi :

 

PROGRAM UNTUK MENYALIN ISI FILE TEKS

 

Masukkan nama file input : coba.txt Masukkan nama file output: out.txt

 

Isi file coba.txt adalah : Mencoba menulis ke file COBA.TXT

 

Isi file out.txt adalah : MENCOBA MENULIS KE FILE COBA.TXT

 

  • Mengakses File Biner secara Acak

C juga menyediakan fasilitas yang memungkinkan pembacaan file secara random (acak). Dengan adanya fasilitas ini, seandainya diinginkan untuk membaca data yang berada di tengah file, tidaklah perlu untuk membaca record demi record dimulai dari awal file. Oleh karenanya pengaksesan suatu data dapat dilaksanakan dengan cepat.

Untuk keperluan pengaksesan secara random, fungsi yang digunakan adalah

fseek(). Bentuk deklarasinya :

 

int fseek(FILE *ptr_file, long int offset, int posisi);

 

dengan :

  • ptr_file adalah pointer yang berasal dari keluaran fopen()
  • offset menyatakan jumlah byte terhadap posisi
  • posisi dapat diisi dengan salah satu nilai yang tertera pada tabel 1

Kegunaan fungsi fseek() yaitu untuk menempatkan penunjuk file ke suatu lokasi dalam file, berdasarkan offset dan posisi.

 

Tabel 11.1 Konstanta untuk menentukan posisi pada pengaksesan file secara acak

 

Catatan :

  • Konstanta simbolis SEEK_SET, SEEK_CUR dan SEEK_END didefinisikan pada file

stdio.h

  • Prototipe fseek() ada pada h

 

Beberapa contoh :

  • fseek(pf, 3, SEEK_SET);

Pernyataan seperti ini akan menempatkan penunjuk file ke posisi 3 byte sesudah awal file (SEEK_SET).

 

 

 

 

 

 

 

   
               

 

 

 

 

Gambar 11.3 Ilustrasi penggunaan SEEK_SET

 

  • fseek(pf, 3, SEEK_END);

Pernyataan seperti ini akan menempatkan penunjuk file ke posisi 3 byte sebelum akhir file (SEEK_END).

 

 

 

   
               

 

 

 

Gambar 11.4 Ilustrasi penggunaan SEEK_END

 

  • fseek(pf, 3, SEEK_CUR);

Pernyataan seperti ini akan menempatkan penunjuk file ke posisi 3 byte sesudah posisi penunjuk file sedang berada saat ini.

 

 

 

 

 

 

 

               
     

 

 

 

 

Gambar 11.5 Ilustrasi penggunaan SEEK_CUR

 

/* File program : baca_acak.c Membaca isi file secara random */

 

#include <stdio.h> #include <stdlib.h>

 

main()

{

struct {

char judul[30]; char pengarang[30]; int jumlah;

} buku;                               /* variabel buku bertipe struktur */

 

FILE *pf; char jawab;

int i, no_record, sudah_benar; long int offset_byte;

 

 

/* Buka file */

if((pf     = fopen(“DAFBUKU.DAT”, “rb”)) == NULL)

{

printf(“File tidak dapat dibuka !\n”); exit(1);

}

 

do

{

i = 1;

printf(“Nomor record dr data yg mau ditampilkan : “); scanf(“%d”, &no_record);

 

offset_byte = (no_record-1) * sizeof(buku); fseek(pf, offset_byte, SEEK_SET);

 

if(fread(&buku, sizeof(buku), 1, pf) == 0) printf(“Nomor record tdk dikenali!\n”);

else

{

printf(“\n%2s. %-30s %-30s %s\n\n”, “No”, “Judul Buku”, “Nama Pengarang”, “Jumlah”);

printf(“%2d. %-30s %-30s %4d\n”, i++, buku.judul, buku.pengarang, buku.jumlah);

}

printf(“\nMau mencoba lagi (Y/T)? “); do

{

jawab = getchar();    /*baca jawaban dr keyboard */ sudah_benar = ((jawab == ‘Y’) || (jawab == ‘y’)

||(jawab == ‘T’) || (jawab == ‘t’));

} while(! sudah_benar);

 

} while (jawab == ‘y’ || jawab == ‘Y’);

 

printf(“\n”);

fclose(pf);                                        /* Tutup file */

}

 

 

Contoh eksekusi :

 

Nomor record dr data yg mau ditampilkan : 1

 

No. Judul Buku                                          Nama Pengarang                     Jumlah

  1. Relational Database Design Igor T. Hawryszkiewycz 1

 

Mau mencoba lagi (Y/T)? Y

Nomor record dari data yg mau ditampilkan : 3

 

No. Judul Buku                                          Nama Pengarang                     Jumlah

  1. The C Programming Language Brian WK & Dennis MR 2

 

Mau mencoba lagi (Y/T)? Y

Nomor record dari data yg mau ditampilkan : 7 Nomor record tidak dikenali!

 

Mau mencoba lagi (Y/T)? T

 

Mula-mula program menanyakan nomor record dari data yang ingin ditampilkan. Selanjutnya enunjuk file ditempatkan pada posisi data yang akan ditampilkan, melalui instruksi

 

offset_byte = (no_record-1) * sizeof(buku); fseek(pf, offset_byte, SEEK_SET);

 

 

Langkah berikutnya, membaca data file dengan menggunakan fread(). Kalau keluaran fread() bernilai 0, maka di layar akan dimunculkan pesan : “Nomor record tidak dikenali!”

Kegunaan fseek() selain untuk membaca data secara random, juga memungkinkan untuk mengubah data secara acak, seperti pada program di bawah ini.

 

/* File program : gantirec.c

Mengganti isi suatu record secara random */

 

#include <stdio.h> #include <stdlib.h>

 

#define SATU_RECORD 1

 

main()

{

struct {

char judul[30]; char pengarang[30]; int jumlah;

} buku;                               /* variabel buku bertipe struktur */

 

FILE *pf;                                   /* pointer ke FILE */ char jawab;

int no_record, sudah_benar, hasil_baca; long int offset_byte;

 

 

/* Buka file yg berisi data buku */

if((pf     = fopen(“DAFBUKU.DAT”, “rb+”)) == NULL)

{

printf(“File tidak dapat dibuka !\n”); exit(1);

}

 

/* Baca record secara random */ do

{

printf(“Nomor record dari data yg mau diubah : “); scanf(“%d”, &no_record);

 

/* atur penunjuk posisi-file ke record tsb */ offset_byte = (no_record-1) * sizeof(buku); fseek(pf, offset_byte, SEEK_SET);

 

 

/*Baca record yg ditunjuk oleh penunjuk posisi_file*/ hasil_baca = fread(&buku, sizeof(buku), SATU_RECORD,

pf);

 

if(hasil_baca == 0)

printf(“Nomor record tdk dikenali!\n”); else

{

printf(“\n%-30s %-30s %s\n\n”,”Judul Buku”, “Nama Pengarang”, “Jumlah”);

printf(“%-30s %-30s %4d\n\n”, buku.judul, buku.pengarang, buku.jumlah);

 

printf(“Jumlah buku tsb kini = “); scanf(“%d”, &buku.jumlah);

 

/*Atur penunjuk posisi-file ke posisi seblmnya */ fseek(pf, offset_byte, SEEK_SET);

 

/* Rekam ulang */

fwrite(&buku, sizeof(buku), SATU_RECORD, pf);

}

 

printf(“\nMau mengubah lagi (Y/T)? “); do

{

jawab = getchar();    /*baca jawaban dr keyboard */ sudah_benar = ((jawab == ‘Y’) || (jawab == ‘y’)

||(jawab == ‘T’) || (jawab == ‘t’));

} while(! sudah_benar);

 

} while (jawab == ‘y’ || jawab == ‘Y’);

 

printf(“\n”);

fclose(pf);                                        /* Tutup file */

}

 

 

Contoh eksekusi :

 

Nomor record dari data yg mau diubah : 2

Judul Buku                                          Nama Pengarang                       Jumlah C Programming FAQs                            Steven Summit             4

Jumlah buku tsb kini = 5 Mau mengubah lagi (Y/T) ? T

 

 

 

Proses penggantian data record dilakukan dengan mula-mula menempatkan penunjuk file pada posisi dari data yang akan diganti. Selanjutnya data dibaca (dengan fread()), dan  akan ditampilkan di layar. Setelah data jumlah buku yang baru dimasukkan dari keyboard, penunjuk file ditempatkan kembali ke posisi tempat data yang dibaca tadi. Kemudian data baru (satu record) direkam ulang dengan fwrite().

 

  • Menghapus File

C menyediakan fungsi yang berguna untuk menghapus file yaitu remove(). Bentuk deklarasinya :

 

int remove (char *namafile);

 

dengan namafile adalah pointer yang menunjuk ke nama file yang akan dihapus.

Fungsi ini menghasilkan keluaran berupa nilai nol bila operasi penghapusan file berhasil dilaksanakan. Kalu terjadi kegagalan, keluaran fungsi berupa selain nol. Prototipe dari fungsi ini ada pada stdio.h

/* File program : hapusfile.c

Contoh program untuk menghapus file */

 

#include <stdio.h> #include <stdlib.h>

#define PJG 65 main()

{

int kode;

char namafile[PJG];

 

printf(“Nama file yang akan dihapus : “); gets(namafile);

 

kode = remove(namafile); if(kode == 0)

printf(“File sudah dihapus\n”);

 

else

printf(“Gagal dalam menghapus file\n”);

}

 

 

Contoh eksekusi :

 

Nama file yang akan dihapus : bilangan.dat File sudah dihapus

 

 

 

  • Mengganti Nama File

Untuk  mengganti  nama  file,  fungsi   yang  digunakan  yaitu  rename().     Bentuk deklarasinya :

int rename(char *namafilelama, char *namafilebaru);

 

Jika operasi penggantian nama file lama menjadi nama file baru ini berhasil, maka keluaran fungsi berupa nol. Jika terjadi kegagalan, keluaran fungsi berupa selain nol. Prototipe dari fungsi ini ada pada file stdio.h

/* File program : gantinama.c

Contoh program untuk mengganti nama file */

 

#include <stdio.h> #include <stdlib.h>

#define PJG 65 main()

{

int kode;

char namafilelama[PJG], namafilebaru[PJG];

 

printf(“Nama file yang akan diganti : “); gets(namafilelama);

printf(“Nama file yang baru                 : “); gets(namafilebaru);

 

kode = rename(namafilelama, namafilebaru); if(kode == 0)

printf(“Nama file sudah diganti\n”); else

printf(“Gagal dalam mengganti nama\n”);

}

 

Contoh eksekusi :

 

Nama file yang akan diganti : bilangan.dat Nama file yang baru                                              : bilangan1.dat

 

Nama file sudah diganti

Kesimpulan :

  • File merupakan organisasi dari sejumlah record. Masing-masing record dapat terdiri atas satu atau beberapa field dan setiap field terdiri atas satu atau beberapa byte. Adapun byte merupakan susunan dari 8 bit.
  • Operasi pada file pada dasarnya meliputi tiga tahapan, yaitu :
  1. Membuka/mengaktifkan file
  2. Melaksanakan proses file
  3. Menutup file
  • Sebelum file dapat diakses (dibaca atau ditulisi), mula-mula file haruslah diaktifkan terlebih dahulu dengan menggunakan fungsi fopen().
  • Untuk menutup file, fungsi yang digunakan adalah fclose().
  • Sebuah karakter dapat disimpan dalam file dengan menggunakan fungsi fputc().
  • Untuk melihat isi file digunakan fungsi fgetc(), yang digunakan untuk pembacaan per karakter dari isi
  • File biner adalah file yang pola penyimpanan di dalam disk berbentuk biner, yaitu seperti bentuk pada memori RAM (komputer). Sedangkan file teks merupakan file yang pola penyimpanan datanya dalam bentuk
  • Untuk keperluan menyimpan atau membaca membaca file bertipe int, digunakan fungsi _putw() dan _getw().
  • Fungsi yang digunakan untuk menyimpan atau membaca data file dalam bentuk kesatuan blok (sejumlah byte), misalnya untuk menyimpan data bertipe float atau data bertipe struct adalah fread() dan fwrite().
  • Dua fungsi yang dipakai untuk membaca data string pada file yaitu fgets() dan

fputs().

  • Untuk keperluan pengaksesan secara random, fungsi yang digunakan adalah fseek().
  • Fungsi yang berguna untuk menghapus file yaitu remove().
  • Untuk mengganti nama file, fungsi yang digunakan yaitu rename().

Leave a Comment