Pengertian Open Source dan Sejarah Open Source

Pengertian Open Source

Konteks istilah open source selalu mengacu kepada software atau kode program komputer yang di sebar luaskan secara terbuka kepada orang-orang dimana orang lain boleh menggunakan, memperbaiki, memodifikasi, atau mendistribusikan software tersebut untuk kepentingan pribadi atau hobby, perusahaan dan komersial (untuk di jual) tanpa harus di kenakan biaya sepeserpun. Gratis? Terus dapat duitnya darimana? Nanti saya bahas lengkap dibawah.

Software atau aplikasi komputer yang open source dibuat oleh satu programmer atau kumpulan programmer dari seluruh dunia menggunakan basa pemrograman tertentu, internet digunakan untuk menghubungkan mereka semua dan menyebarluaskan aplikasi atau/dan kode programnya.

Umumnya kalau kita mau pakai aplikasi atau kode program open source caranya cukup dengan dengan tidak menghapus atau menyertakan lisensi open source yang digunakan oleh si pemilik.

Contohnya kamu bisa coba periksa HP android kamu di menu Settings > About phone > Legal information atau Legal > Open source licenses atau Third-parti licenses disitu akan muncul daftar program open source yang digunakan oleh HP android kamu, beberapa menggunakan nama organisasi dan yang lain lagi menggunakan nama programmernya langsung. Lebih jauh tentang lisensi open source saya bahas di bawah

Perbedaan Open Source
dan Closed Source

Kita sudah bahas apa itu open source sekarang sebelum bahas perbedaanya kita lihat dulu apa maksud dari closed source. Aplikasi Closed Source kebalikan dari Open Source, artinya kode program tidak dibuka dan hanya pemilik kode (programmer perorangan atau perusahaan) yang bisa memiliki, memodifikasi dan mendistribusikannya.

Pernah dengar istilah freeware atau shareware? Ya itu adalah aplikasi yang gratis, tapi kodenya tidak di buka untuk umum jadi hanya pemilik software tersebut yang hak penuh. Atau mungkin kamu pernah beli program kepada programmer dan setiap perubahan atau tambahan fitur kamu harus cari programmer tersebut karena itu adalah closed source artinya cuma dia yang punya kode programnya jadi kamu gak bisa seenaknya ganti programmer.

Sekarang kita bahas perbedaan antara closed source dan open source mencakup hal berikut:

  • Kebijakan Harga
  • Keamanan
  • Kualitas Support
  • Ketersediaan Kode
  • Penggunaan

1. Harga

Open Source tidak memungut biaya sepesepun sedangkan Closed Source kebanyakan kamu harus membeli aplikasi atau membeli kode programnya.

2. Keamanan

Bicara soal keamanan antara closed source dan open source punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Open Source kodenya terbuka sehingga orang-orang bisa dengan jelas melihat kalau ada celah keamanan tapi jangan kawatir biasanya open source akan cepat di update tanpa harus menunggu pemilik kode mengupdate karena orang lain bisa memperbaikinya. Keuntungan lainya? Seperti pisau di asah makin tajam open source semakin sering di perbaiki akan semakin aman dari masalah keamanan.

Close Source kodenya tidak diketahui orang-orang sehingga akan lebih sulit untuk mencari celah keamanannya butuh hacker tingkat tinggi yang bisa mencari celah keamanannya. Walau begitu bukan berarti closed source aman, contohnya pada tahun 2009an IIS milik microsoft yang di hack sehingga hacker bisa dapat akses penuh ke server. Update perbaikanya bagaimana? Tergantung dari perusahaanya, kalau kelas Microsoft mungkin cepat perbaikanya tapi kalau perusahaanya tidak bonafit pasti lama updatenya. Kita sebagai pengguna tidak bisa berbuat apa-apa selama celah keamanan belum diperbaiki karena yang bisa cuma si pemilik kode.

3. Kualitas Support

Kalau ini sudah jelas closed source lebih unggul karena Closed Source biasanya di kembangkan untuk komersial dan pasti menyediakan support kepada para pembeli, siapa yang mau beli tapi gak sapat support? Pasti tidak ada.

Kualitas support open source tidak sebaik closed source karena itu bergantung dari pengembangnya atau pembuatnya tapi biasanya support dari open source ada di komunitas termasuk forum, blog, atau website stackoverflow.

Kualitas Pengembang Pribadi

Pengembang biasanya membuat kode atau aplikasi di waktu luang mereka atau karena hoby jadi dokumentasinya kurang jelas dan boleh di bilang hampir tidak ada support sama sekali. Tapi bukan berarti kode mereka asal-asalan sebab banyak kode para pengembang pribadi di gunakan oleh organisasi atau perusahaan besar.

Kualitas Pengembang Organisasi/Perusahaan

Support yang di berikan sangat baik misalnya FireFox yang di support oleh Mozilla, Chrome dan Android di support oleh Google dan masih banyak lagi. Tapi sekali lagi semua bergantung dari jenis organisasinya tapi kebanyakan open source yang di miliki oleh organisasi punya support yang baik.

4. Ketersediaan Kode

Open Souce kode bisa di lihat dan didapatkan dengan mudah melalui platform di internet seperti GitHub atau SVN. Platform tersebut bisa memudahkan orang-orang dari seluruh dunia untuk berkolaborasi.

Closed Source sudah jelas jelas tertutup jadi kode tidak bisa di bagikan, seperti yang saya sebutkan di awal kalau kita beli program sama programmer kita cuma di kasih softwarenya saja dan tidak di kasih source code/kode programnya kecuali kamu beli software disertai kode programnya.

5. Penggunaan

Open Source menyediakan dokumentasi yang dibuat bukan untuk orang awam dokumentasinya bersifat teknis sehingga butuh waktu untuk di pelajari khususnya bagi orang non teknis.

Closed Source menyediakan dokumentasi yang jelas baik untuk pengguna teknis atau non teknis.

Lisensi Open Source

Di indonesia mungkin ini tidak terlalu menjadi perhatian tetapi di luar negeri ini menjadi perhatian karena lisensi melindungi para programmer/pengembang aplikasi dari tuntutan hukum yang tidak perlu.

Di Amerika semua serba di patenkan termasuk aplikasi, logika program atau bahkan kode program, jadi kalau mau pakai harus bayar atau kalau tidak bisa kena denda, jadi banyak para programmer yang punya ide cemerlang untuk meciptakan banyak hal bisa terhenti hanya karena terbentur masalah lisensi dan hukum, siapa yang mau kena tuntutan denda? Di indonesia jika ada kendala lisensi langsung pakai crack hehe.

Para pengembang open source memakai lisensi open source yang bisa melindungi hak paten dari aplikasi atau/dan kode program yang dibuatnya sendiri selain itu membantu orang lain bisa menggunakan, memodifikasi dan mendistribusikan ulang tanpa harus kena masalah hukum. Pasti ini menjadi “angin segar” buat para pengembang aplikasi.

Berikut daftar lisensi open source yang sering di pakai:

  • Apache License 2.0 (Apache-2.0)
  • 3-clause BSD license (BSD-3-Clause)
  • 2-clause BSD license (BSD-2-Clause)
  • GNU General Public License (GPL)
  • GNU Lesser General Public License (LGPL)
  • MIT license (MIT)
  • Mozilla Public License 2.0 (MPL-2.0)
  • Common Development and Distribution License 1.0 (CDDL-1.0)
  • Eclipse Public License 2.0 (EPL-2.0)

Saya tidak akan bahas soal lisensi open source secara mendetail di artikel ini, karena lisensi ini terkadang ada pembaharuan-pembaharuan.

Sejarah Open Source

Tahun 60an sampai 70an

Kira-kira pada tahun 60an sampai 70an industri software lagi booming lalu saat itulah dimulai pemisahaan bisnis software dan bisnis hardware.

Tahun 70an sampai 80an

Pada akhir 70an hingga 80an lisensi software di terapkan dimana orang-orang harus membayar untuk bisa menggunakan software. Perusahaan software menerapkan pembatasan hukum yang diberlakukan melalui hak cipta, merek dagang, dan kontrak lainnya. Penegakan lisensi melalui tindakan hukum dimulai yang akhirnya melahirkan pembajakan perangkat lunak.

Masih di tahun 80an ada seorang yang bernama Richard Stallman memulai proyek yang di sebut GNU dan mendirikan “Free Software Foundation” sebagai tempat para programmer untuk berbagi kode program dan mengembangkanya bersama sama tanpa harus di batasi oleh lisensi pada waktu itu.

Tahun 90an dan Tahun 1998

Pada akhir 1990-an linux di publikasikan kemudian perusahan Netscape Communications Corporation merilis code program Netscape Communicator ke pada umum (dulu belum disebut istilah open source). Tahun 1998 ada pembahasan khusus di Amerika negara bagian California yang membahas free software dan juga membahas alasan kenapa Netscape memberikan codenya kepada publik maka lahir lahirlah istilah “open source”.

Leave a Comment